Nammo Buddhaya, Om Swastyastu, Shalom aleichem,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, Wie De Dong Tian br />


Selasa, 12 Januari 2016

Filosofi Nama Blog



Saya memberi nama blog saya dengan Tugas Allan dengan pengertian bahwa blog ini saya buat untuk menyimpan atau mempublikasikan tugas - tugas yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia saya yang bernama Allan Maulana , saya baru pertama kali diajar oleh guru ini mengingat sebelumnya saya diajar oleh seorang guru yang bernama Zulfikar Fanny tetapi akhir - akhir ini beliau menghilang dengan tiba - tiba dan mau tidak mau saya harus menerima bapak Allan Maulana sebagai guru bahasa Indonesia saya yang baru ,saya belum tahu bagaimana cara bapak Allan mengajar ,saya pernah membaca dari salah satu blog siswa SMP MIMI yang menyatakan bahwa bapak Allan adalah seorang guru yang senang memberikan tugas sulit dan banyak kepada siswanya di blog itu juga tertulis bahwa kita juga harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberikan seorang guru yang peduli terhadap masa depan kita dengan cara memberantas kemalasan dan mengajarkan kedisiplinan kepada muridnya , kembali kapada kemalasan yang ingin di basmi oleh bapak Allan.
Malas atau Kemalasanadalah suatu perasaan di mana seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dalam pikirannya sudah memiliki penilaian negatif atau tidak adanya keinginan untuk melakukan hal tersebut, kemalasan disebabkan oleh beberapa faktor yang pertama adalah kebiasaan suka menunda pekerjaan kebiasaan menunda pekerjaan ini mungkin sudah terbiasa dilakukan sejak kecil sehingga pada saat dewasa sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu,kemalasan adalah sebuah sikap yang tidak disukai oleh siapapun dengan mempunyai sikap kemalasan kita akan sulit untuk menjadi orang sukses dikemudian hari pasti kalian semua juga sudah tahu bahwa jika kita ingin menjadi orang sukses maka kita harus rajin belajar, rajin bekerja, tidak mudah menyerah , dan yang paling penting adalah kita bisa belajar dari sebuah kesalahan yang telah kita perbuat , karena menurut saya jika kita tidak berbuat kesalahan maka kita tidak akan tahu bagaimana hal yang benar , dan juga menurut saya kita juga perlu belajar dari sebuah pengalaman karena pengalaman adalah guru yang paling berharga dihidup kita, kembali kepada kemalasan , kemalasan bukan tidak bisa di hilangkan melainkan susah untuk di hilangkan tetapi sekali lagi saya tegaskan bahwa sikap kemalasan bisa di hilangkan tetapi itu memerlukan tahap – tahap sebagaimana cara kita memulai sikap kemalasan itu, mengingat bahwa apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita petik dikemudian hari jika kita menanam kemalasan maka di kemudian hari kita juga akan memetik buah dari kemalsan itu sendiri apakah buah dari kemalasan itu? Tentu saja buahnya tidak jauh berbeda dari kemalsan itu contoh kita tidak bisa menjadi orang sukses di kemudian hari karena kita sudah terbiasa untuk malas bekerja dari kecil , menurut saya sikap malas bukanlah tanggung jawab guru ataupun kita sendiri melainkan juga tanggung jawab dari orang tua kita sebagai mana orang tua mendidik atau memberikan contoh kepada anaknya jika orang tua memberikan contoh untuk bermalas – malasan maka sikap kemalasan itu sudah sulit dihilangkan oleh orang tetapi kemalasan itu hanya bisa di hilangkan oleh kesadaran diri kita sendiri , contoh seorang anak konglomerat selalu di turuti kemauanya oleh orang tua nya , itu adalah salah satu contoh yang paling sederhana dengan begitu jika semua keinginan anak itu dipenuhi dengan mudah oleh orang tua nya maka anak itu tidak akan pernah merasakan bagaimana cara kerja untuk memenuhi keinginanya itu dengan begitu anak itu akan terbiasa untuk meminta dan tidak mau bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkanya , dengan kata lain kemalasan juga dibentuk dari bagaimana orang tua mendidik anaknya , semua orang tua pasti menyayangi anaknya tetapi memanja anak menurut saya itu justru bukanlah orang tua yang menyayangi anaknya kenapa bisa begitu? Dengan terlalu memanja anak itu akan menumbuhkan sikap malas dengan begitu secara otomatis jika orang tua membiasakan memanja anaknya dari dia lahir maka anak itu juga akan mempunyai sikap malas dari bayi , ada sebuah kisah tentang akibat orang tua yang terlalu memanja anaknya ,suatu hari ada seorang anak tunggal secara otomatis kedua orang tua anak itu sangat menyayangi anak itu dan sangat memanjakanya suatu ketika saat id beranjak dewasa dan dia ingin pergi berlibur bersama teman – temanya untuk merayakan perpisahan sekolah kedua orang tuanya melarang anak itu karena mereka takut terjadi sesuatu kepada anak tunggalnya namun apa yang terjadi? Anak itu kemudian bunuh diri dan menuliskan surat “Untuk apa aku hidup kalau orang tua ku sudah tidak menyayangi ku lagi” , jelas kisah itu adalah buah dari memanjakan seorang anak , saya tegaskan lagi bahwa kemalasan juga bisa terjadi karena kesalahan cara mendidik dari orang tua seorang guru hanya bisa membantu jika orang tua sudah mendidik dengan benar tetapi anak itu tetap malas , karena menurut saya peran guru sekarang sudah menjadi peran pengganti orang tua , mengapa bisa begitu ? jelas karena kita para siswa lebih banyak menghabiskan waktu kita disekolah bersama guru dan kedisiplinan juga harus dilatih dari kecil agar kita juga menjadi orang suskes di kemudian hari , dengan kedisiplinan tepat waktu maka kita tidak akan membuang kesempatan yang ada karena menurut saya kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya , kita bisa mencontoh prajurit TNI kita soal kedisiplinan jika prajurit kita tidak datang tepat waktu maka dia akan diberikan hukuman , kita bisa mencontoh sikap itu dan hal itu sudah mulai di tekankan oleh guru bahasa indonesia saya yang baru yaitu bapak Allan Maulana beliau menegaskan bahwa jika muridnya tidak mengumpulkan tugas tepat waktu maka ia tidak segan – segan untuk memberikan nilai “0” hal itu merupakan hal yang seharusnya bisa kita syukuri namun masih banyak murid yang belum sadar akan hal itu , mungkin juga masih ada murid yang menganggap bahwa bapak Allan adalah guru yang killer dan benci kepada nya tetapi perlu kita ingat bahwa kita harus bersyukur kapada Tuhan karena Tuhan telah mengirimkan seorang yang masih peduli kepada masa depan kita walaupun mungkin dia dibenci oleh murid tetapi dia tetap konsisten untuk membasmi kemalasan dan menumbuhkan sikap disiplin kepada anak – anak didiknya . Kita juga harus sadar bahwa bapak Allan melakukan itu semua demi masa depan kita , demi kehidupan kita dan juga tentunya demi menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang cerdas dan bisa membanggakan negara Indonesia dimata dunia.

1 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com
Diberdayakan oleh Blogger.