Halo para pembaca, kembali lagi di blog saya yang kesepuluh ini dan kabar
baiknya adalah,mungkin ini adalah blog yang terakhir atau mungkin masih ada
satu atau dua blog lagi di kedepannya, dan mungkin film dokumenter adalah tugas
berat yang terakhir, semua itu karena guru itu akan mengeluarkan diri dari
MIMI, dan kita akan senang. Tetapi guru ini tidak tanggung-tanggung, sebelum
dia meninggalkan sekolah, dia semakin memperberat tugas-tugas kita seperti,
bagi yang remidi ulangan tengah semester membuat buku berisi cerpen terbaik,
terus ada film dokumenter, terus blog yang kesepuluh ini temanya cukup sulit,
mungkin itu pelampiasannya karena dia mau pergi selama-lamanya.
Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Sine Qua Non Merdeka
dan Berdikari Dalam Hati. Yang pertama-tama, apa itu Sine Qua Non ? Sine Qua
Non adalah syarat yang harus ada, tidak boleh tidak ada atau bisa disebut
sesuatu yang mutlak. Saya rasa kebanyakan dari para pembaca sudah tahu apa itu
merdeka, jadi merdeka itu berarti bebas, bebas dari perhambaan, bebas dari
penjajahan, dan lain sebagainya. Setiap Negara memiliki persamaan hak untuk
memperoleh kemerdekaan, sudah tujuh puluh tahun Indonesia merdeka, dari sejak
pembacaan proklamasi pada tahun 1945 sampai saat ini. Walaupun Indonesia sudah
lama merdeka, apa yang kita lihat saat ini ? apa yang dapat kita rasakan saat
ini ?
Mungkin Indonesia hanya merdeka dari kerasnya perlakuan bangsa-bangsa lain
yang dulu memperlukukan rakyat Indonesia seperti budak yang selalu bekerja dua
puluh empat jam tanpa upah dan waktu istirahat atau disebut juga sebagai
sistem kerja rodi, namun dari segi lain apakah Indonesia sudah merdeka ?
menurut saya belum bisa dikatakan merdeka, karena fakta menunjukkan di bidang
sains dan ilmu pengetahuan, Indonesia masih kalah dibanding negara lain, Meski
usia negera ini sudah tujuh puluh tahun.
Jadi, pada kenyataannya Indonesia masih saja terjajah dari bagsa lain
namun, terjajah secara halus. Bukan lagi menggunkana kekerasan, melainkan
Seperti dijajah melalui kemajuan teknologi yang memperbodoh kita secara
perlahan. Indonesia juga banyak terpengaruh budaya asing dari luar, sehingga
budaya Negara Indonesia sendiri telah terlupakan. Namun dengan berdikari dalam
hati kita sendiri, kita dapat di ingatkan bahwa, orang-orang terdahulu telah
memperjuangkan Negara ini untuk generasi saat ini, dan bukan untuk
disia-siakan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berdikari berarti berdiri
diatas kaki sendiri atau bisa juga diartikan, tidak bergantung pada orang lain,
lebih singkatnya lagi adalah mandiri. Apa yang dimaksud dengan Mandiri ?
mandiri itu bukan berarti dapat mandi sendiri, makan sendiri, dan melakukan
segalanya hanya sendiri. Menurut saya, sifat mandiri adalah sifat yang dapat
mengelola pikiran untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan untuk
bertindak, dan tentunya harus bertanggung jawab. Jadi, apabila ada seorang
lelaki, dia memiliki nafsu yang bisa dibilang di atas rata-rata (seperti saya),
misalnya dia melampiaskannya dengan berhubungan intim dengan seekor sapi,
kemudian sapi itu mengandung, dan lelaki itu pergi meninggalkannya, maka lelaki
itu belum bisa dikatakan mandiri, karena dia kabur dari kenyataan, tidak mau
bertanggung jawab. Jika para pahlawan sudah berhasil merebut kemerdekaan
Indonesia yang dulu dijajah habis-habisan oleh bangsa asing, lalu bagaimana
cara kita untuk mengembangkan kemerdekaan yang telah Indonesia raih ?
Menghafal Pancasila
Pancasial itu kan dasar Negara kita, jika dasar Negara kita sendiri saja
tidak tahu, berarti kita sendiri tidak cinta terhadap Indonesia. Lagi pula
pancasila itu kan mudah untuk di ingat, berikut akan saya tuliskan teks
pancasila, yang sudah saya ingat sejak saya berumur empat tahun.
Pancasila…
Ketuhanan Yang Maha Esa
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan
Perwakilan
Cukup mudah kan kawan, untuk mengingat dasar Negara kita ?
Taat Mengikuti Upacara Bendera
Upacara adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan
salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang
membedakan dengan bangsa lain. Sebagai remaja yang bijaksana, saya selalu
mengikuti upacara, tidak pernah berkeluh kesah, panas lah, pegel lah, saya
selalu kuat menahan terik panasnya matahari dan mendengarkan ocehan-ocehan dari
nenek moyang kita.
Rajin Ibadah
Orang-orang terdahulu yang telah berjuang memerdekakan Indonesia seperti,
Soekarno, Moh. Hatta, bonjol, patimura, dan lain sebagainya, mereka itu sangat
rajin shalat 5 waktu, itu yang membuat mereka selalu diberkati. Oleh sebab itu
kita haru mencontohnya, untuk yang beragama yahudi, seringlah pergi ke gereja,
untuk yang muslim, shalatlah 5 waktu sehari.