Nammo Buddhaya, Om Swastyastu, Shalom aleichem,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, Wie De Dong Tian br />


Minggu, 03 April 2016

Sine Qua Non Merdeka dan Berdikari Dalam Hati



Halo para pembaca, kembali lagi di blog saya yang kesepuluh ini dan kabar baiknya adalah,mungkin ini adalah blog yang terakhir atau mungkin masih ada satu atau dua blog lagi di kedepannya, dan mungkin film dokumenter adalah tugas berat yang terakhir, semua itu karena guru itu akan mengeluarkan diri dari MIMI, dan kita akan senang. Tetapi guru ini tidak tanggung-tanggung, sebelum dia meninggalkan sekolah, dia semakin memperberat tugas-tugas kita seperti, bagi yang remidi ulangan tengah semester membuat buku berisi cerpen terbaik, terus ada film dokumenter, terus blog yang kesepuluh ini temanya cukup sulit, mungkin itu pelampiasannya karena dia mau pergi selama-lamanya.


Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Sine Qua Non Merdeka dan Berdikari Dalam Hati. Yang pertama-tama, apa itu Sine Qua Non ? Sine Qua Non adalah syarat yang harus ada, tidak boleh tidak ada atau bisa disebut sesuatu yang mutlak. Saya rasa kebanyakan dari para pembaca sudah tahu apa itu merdeka, jadi merdeka itu berarti bebas, bebas dari perhambaan, bebas dari penjajahan, dan lain sebagainya. Setiap Negara memiliki persamaan hak untuk memperoleh kemerdekaan, sudah tujuh puluh tahun Indonesia merdeka, dari sejak pembacaan proklamasi pada tahun 1945 sampai saat ini. Walaupun Indonesia sudah lama merdeka, apa yang kita lihat saat ini ? apa yang dapat kita rasakan saat ini ?

Mungkin Indonesia hanya merdeka dari kerasnya perlakuan bangsa-bangsa lain yang dulu memperlukukan rakyat Indonesia seperti budak yang selalu bekerja dua puluh empat  jam tanpa upah dan waktu istirahat atau disebut juga sebagai sistem kerja rodi, namun dari segi lain apakah Indonesia sudah merdeka ? menurut saya belum bisa dikatakan merdeka, karena fakta menunjukkan di bidang sains dan ilmu pengetahuan, Indonesia masih kalah dibanding negara lain, Meski usia negera ini sudah tujuh puluh tahun.

Jadi, pada kenyataannya Indonesia masih saja terjajah dari bagsa lain namun, terjajah secara halus. Bukan lagi menggunkana kekerasan, melainkan Seperti dijajah melalui kemajuan teknologi yang memperbodoh kita secara perlahan. Indonesia juga banyak terpengaruh budaya asing dari luar, sehingga budaya Negara Indonesia sendiri telah terlupakan. Namun dengan berdikari dalam hati kita sendiri, kita dapat di ingatkan bahwa, orang-orang terdahulu telah memperjuangkan Negara ini untuk generasi saat ini, dan bukan untuk disia-siakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berdikari berarti berdiri diatas kaki sendiri atau bisa juga diartikan, tidak bergantung pada orang lain, lebih singkatnya lagi adalah mandiri. Apa yang dimaksud dengan Mandiri ? mandiri itu bukan berarti dapat mandi sendiri, makan sendiri, dan melakukan segalanya hanya sendiri. Menurut saya, sifat mandiri adalah sifat yang dapat mengelola pikiran untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan untuk bertindak, dan tentunya harus bertanggung jawab. Jadi, apabila ada seorang lelaki, dia memiliki nafsu yang bisa dibilang di atas rata-rata (seperti saya), misalnya dia melampiaskannya dengan berhubungan intim dengan seekor sapi, kemudian sapi itu mengandung, dan lelaki itu pergi meninggalkannya, maka lelaki itu belum bisa dikatakan mandiri, karena dia kabur dari kenyataan, tidak mau bertanggung jawab. Jika para pahlawan sudah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia yang dulu dijajah habis-habisan oleh bangsa asing, lalu bagaimana cara kita untuk mengembangkan kemerdekaan yang telah Indonesia raih ?

Menghafal Pancasila
Pancasial itu kan dasar Negara kita, jika dasar Negara kita sendiri saja tidak tahu, berarti kita sendiri tidak cinta terhadap Indonesia. Lagi pula pancasila itu kan mudah untuk di ingat, berikut akan saya tuliskan teks pancasila, yang sudah saya ingat sejak saya berumur empat tahun.
Pancasila…
Ketuhanan Yang Maha Esa
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Cukup mudah kan kawan, untuk mengingat dasar Negara kita ?

Taat Mengikuti Upacara Bendera
Upacara adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain. Sebagai remaja yang bijaksana, saya selalu mengikuti upacara, tidak pernah berkeluh kesah, panas lah, pegel lah, saya selalu kuat menahan terik panasnya matahari dan mendengarkan ocehan-ocehan dari nenek moyang kita.

Rajin Ibadah
Orang-orang terdahulu yang telah berjuang memerdekakan Indonesia seperti, Soekarno, Moh. Hatta, bonjol, patimura, dan lain sebagainya, mereka itu sangat rajin shalat 5 waktu, itu yang membuat mereka selalu diberkati. Oleh sebab itu kita haru mencontohnya, untuk yang beragama yahudi, seringlah pergi ke gereja, untuk yang muslim, shalatlah 5 waktu sehari.

1 komentar:

  1. Berkaitan dengan hal-hal yang sulit nanti kita akan terbiasa untuk mengerjakan hal-hal yang mudah.

    berawal dari tema yang memang dirasa sulit tapi sebenarnya di sini Memberikan pengetahuan yang dalam akan fenomena tertentu yang terjadi dalam kehidupan.

    Dalam analisis mengenai Sin qua non merdeka dan Berdikari dalam hati komposisi analisisnya cukup luas dan saya menangkap makna yang ingin disampaikan oleh Ferdi.

    Semoga tidak hanya cukup pada suatu analisis yang melebar tetapi tetap fokus dengan apa yang ingin disampaikan salah satunya pengambilan kesimpulan di kalimat terakhir ,itu menunjukkan Ferdi memiliki pesan pengantar dari tiap tema ini.

    Oh ya satu lagi berkaitan dengan tugas saya yang berat pembuatan film dokumenter ataupun remidi. Coba tanyakan kepada siapapun baik itu orang terdekat ataupun orang terjauh sekalipun ada makna dibalik setiap ke penugasan itu.

    Semoga kelak tidak menjadi malas ketika tidak ada tugas sama sekali. Saya percaya Karena setelah kita terbiasa beraktifitas banyak kita akan cenderung untuk melakukan aktifitas secara seimbang jika kita kehilangan kebiasaan itu.

    BalasHapus

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com
Diberdayakan oleh Blogger.