Nammo Buddhaya, Om Swastyastu, Shalom aleichem,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, Wie De Dong Tian br />


Jumat, 29 April 2016

......


            Halo sahabat-sahabat saya, yang saya cintai. Rupanya guru kita ini masih ingin berjuang untuk kita, saya pikir dia sudah selesai waktunya di MIMI, ternyata kita masih di persulit dengan penulisan blog-blog yang susah, rumit, ribet
. Waktu terasa berjalan begitu cepat dulu saya selalu menulis blog dengan pembukaan seperti itu tetapi kini ketika dia benar - benar menyatakan keluar dari MIMI sungguh berat rasanya untuk melepaskan nya untuk meninggalkan MIMI .

Walau baru mengajar beberapa bulan saja saya merasa berat untuk melepaskanya untuk meninggalkan MIMI jujur saya tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya , saya tidak pernah merasa bersedih ketika ada seorang guru yang ingin meninggalkan MIMI , tetapi mengapa ketika guru saya yang satu ini ingin meninggalkan MIMI saya merasa begitu bersedih padahal dia baru mengajar saya beberapa bulan saja , mungkin itu karena dia sudah berhasil memberikan perubahan yang sungguh dahsyat bagi hidup saya.

 Tema blog minggu ini adalah “Pesan Yang Tertinggal” tetapi saya tidak akan membahas hal itu karena ini mungkin adalah blog terakhir yang akan saya buat . kali ini saya akan bercerita tentang seorang guru yang awal nya tidak saya sukai untuk mengajar saya tetapi ketika dia pergi saya merasa berat untuk melepaskanya.

Pertama kali dia masuk kelas dan mengajar saya , saya merasa sangat tidak senang dengan dia malah saya sempat mempunyai pikiran kalau guru yang dulu jauh lebih enak dari pada Pak Allan , pikiran itu terasa semakin mantap ketika dia memberikan tugas mingguan yaitu kita diharuskan untuk menulis blog tiap minggunya.

Pada awal nya itu semua terasa sangat berat untuk saya jalani tetapi lama kelamaan saya mulai terbiasa untuk mengerjakan tugas blog mingguan , saya mulai terbiasa untuk menulis blog yang mempunyai minimal penulisan dengan 700 kata .Selain itu Pak Allan juga mengajarkan saya untuk belajar menjadi disiplin hal itu juga terasa berat pada awalnya sebagai contoh saja ketika kita tidak mengumpulkan tugas blog mingguan dengan tepat waktu kita akan menerima hukuman dari dia.

Selain kedua hal tadi dia juga mengajarkan saya untuk berpakaian rapi , ini adalah hal yang akan paling saya ingat karena dia tidak menyuruh saya untuk memasukan baju dengan cara berbicara tetapi dia melakukan itu dengan cara memandangi saya dengan tatapan penuh amarah hingga saya tersadar untuk merapikan baju saya.

Dengan adanya Pak Allan saya menjadi sadar bahwa semua perubahan pasti terasa berat kita jalani pada awalnya tetapi akan terasa indah pada akhirnya, kini saya tahu mengapa Pak Allan melakukan hal – hal yang menurut saya membuat hidup saya terasa sangat berat untuk saya jalani , itu semua Pak Allan lakukan agar saya menjadi anak yang berhasil , menjadi anak yang disiplin , menjadi anak yang berpakaian rapi  dan tentunya Pak Allan ingin melihat saya menjadi seorang anak yang sukses di masa mendatang.

Kini Pak Allan akan pergi meninggalkan MIMI untuk waktu yang lama atau mungkin selamanya , hari ini Jumat 29 April 2016 Pak Allan berpamitan kepada semua murid yang ada di MIMI ternyata tidak hanya saya yang berasa berat hati untuk melepaskan Pak Allan untuk meninggalkan MIMI tetapi semua murid yang berada di MIMI merasa berat hati untuk melepaskan Pak Allan untuk meninggalkan MIMI.

Hal itu bisa saya lihat ketika Pak Allan berpamitan banyak siswa – siswi yang meneteskan air mata. kadang saya merasa hidup ini tidak adil karena setiap saya sudah menemukan orang yang benar – benar baik dan orang yang sudah benar – benar bisa saya jadikan untuk menjadi seorang panutan bagi diri saya selalu pergi meninggalkan saya.

Mungkin pada semua penulisan blog saya , saya berkata bahwa kapan Pak Allan akan pergi meninggalkan MIMI tetapi itu bukanlah sebuah kata – kata yang saya tulis dari dalam hati saya, waktu terasa berjalan begitu cepat kini Pak Allan harus pergi untuk meninggalkan MIMI jujur saya akan merasa rindu dengan semua tingkah laku yang ia perbuat ketika mengajar, saya akan rindu melihat tatapan mata penuh amarah kepada saya ketika baju saya tidak rapi, saya akan rindu cara bagaimana dia menjelaskan materi kepada saya, saya akan rindu dengan raut muka nya ketika ia marah, saya akan rindu bagaimana cara dia ketika menjaga ujian, saya akan rindu bagaimana cara dia menegur saya ketika saya bebicara dengan teman saya ketika ujian ,jika saya ungkapkan semua hal yang akan membuat saya merasa rindu kepada Pak Allan mungkin akan terlalu banyak  untuk saya tulis.

Saya akan berusaha untuk selalu mengingat Pak Allan se umur hidup saya , saya menyesal karena saya belum pernah membuat Pak Allan merasa bangga memiliki murid seperti saya tapi saya akan berusaha agar kelak dimasa depan ketika Pak Allan melihat saya dia akan merasa bangga karena mempunyai murid seperti saya, banyak kesalahan yang saya lakukan kepada Pak Allan dan saya tidak tahu apakah dia benar – benar sudah memaafkan saya atau belum , jika mungkin ada perilaku saya yang pernah menyakiti perasaan Pak Allan baik yang saya sengaja maupun tidak sengaja saya meminta maaf dengan sepenuh hati.

Pak Allan tidak perlu meminta maaf kepada saya karena telah memberikan tugas yang membuat hidup saya terasa berat , saya tahu Pak Allan mempunyai maksud yang baik dan tidak berniat untuk membuat hidup saya terasa berat. Saya tidak tahu bagaimana caranya untuk membalas semua jasa – jasa yang pernah Pak Allan ajarkan kepada saya , kini Pak Allan akan meninggalkan saya tetapi saya tidak akan pernah melupakan Pak Allan karena Pak Allan adalah guru yang sangat berpengaruh bagi hidup saya meski jarak kita berjauhan saya tidak akan pernah lupa dengan semua jasa yang pernah Pak Allan berikan buat saya.

Selamat tinggal Pak Allan semoga Pak Allan diberi kelancaran dalam menjalani kuliah S2 dan lulus dengan hasil yang memuaskan dan juga semoga Pak Allan menjadi orang yang sukses di masa yang akan datang agar bisa membahagiakan kedua orang tua nya dan semonga juga kalau Pak Allan sudah menjadi orang sukses Pak Allan  tidak lupa sama mantan murid – muridnya Amin.

Terimakasih Pak Allan


Jumat, 15 April 2016

Determinasi Mind Mapping Zukunft


Halo sahabat-sahabat saya, yang saya cintai. Rupanya guru kita ini masih ingin berjuang untuk kita, saya pikir waktunya untuk mengajar di MIMI masih tersisa tiga sampai empat minggu lagi dan dengan sisa waktu yang masih ada ternyata kita masih di persulit dengan penulisan blog-blog yang susah, rumit, ribet. Tapi kan bagaimana pun, dia sudah mau keluar dari MIMI maka tidak masalah jika dia masih mempersulit kita di waktu nya yang sudah bisa dihitung berapa lama lagi dia akan keluar dan selain itu dia kan guru kita, dia berusaha memberikan yang terbaik untuk kita, jadi kita jalani saja. Jujur saya cukup tenang karena, lagi – lagi tema penulisan kali ini bisa dibilang cukup mudah, malah kalau saya bilang “LEBIH TIDAK MENANTANG DARI YANG SEBELUMNYA!” ayolah pak Allan, kita ingin yang lebih.. sedangkan tema kali ini ?? apa ini ? Cuma main-main…  tema kita kali ini adalah “Determinasi Mind Mapping Zukunft” kan ? pak Allan memang terlalu.. tema yang bapak berikan ini masih ada hubungannya dengan tema – tema blog yang sebelumnya yaitu Cita – Cita dan 10 Perencanaan Hidup.

Minggu, 10 April 2016

Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita


Halo sahabat-sahabat saya, yang saya cintai. Rupanya guru kita ini masih ingin berjuang untuk kita, saya pikir dia sudah selesai waktunya di MIMI, ternyata kita masih di persulit dengan penulisan blog-blog yang susah, rumit, ribet. Tapi kan bagaimana pun, dia itu kan guru kita, dia berusaha memberikan yang terbaik untuk kita, jadi kita jalani saja. Jujur saya cukup tenang karena, tema penulisan kali ini bisa dibilang cukup mudah, malah kalau saya bilang “TIDAK MENANTANG!” ayolah pak Allan, kita ingin yang lebih.. sedangkan tema kali ini ?? apa ini ? Cuma main-main…  tema kita kali ini adalah “Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita” kan ? pak Allan memang terlalu.. tema yang bapak berikan itu… jujur pak… “SAYA UPILI” tahu upil ? upil adalah kotoran yang tertahan akibat adanya bulu hidung… jadi jika tema yang bapak Allan berikan, saya upili, maksudnya tingkat kemudahan tema kali ini setara dengan membuang upil dari hidung kita.

Minggu, 03 April 2016

Sine Qua Non Merdeka dan Berdikari Dalam Hati



Halo para pembaca, kembali lagi di blog saya yang kesepuluh ini dan kabar baiknya adalah,mungkin ini adalah blog yang terakhir atau mungkin masih ada satu atau dua blog lagi di kedepannya, dan mungkin film dokumenter adalah tugas berat yang terakhir, semua itu karena guru itu akan mengeluarkan diri dari MIMI, dan kita akan senang. Tetapi guru ini tidak tanggung-tanggung, sebelum dia meninggalkan sekolah, dia semakin memperberat tugas-tugas kita seperti, bagi yang remidi ulangan tengah semester membuat buku berisi cerpen terbaik, terus ada film dokumenter, terus blog yang kesepuluh ini temanya cukup sulit, mungkin itu pelampiasannya karena dia mau pergi selama-lamanya.


Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Sine Qua Non Merdeka dan Berdikari Dalam Hati. Yang pertama-tama, apa itu Sine Qua Non ? Sine Qua Non adalah syarat yang harus ada, tidak boleh tidak ada atau bisa disebut sesuatu yang mutlak. Saya rasa kebanyakan dari para pembaca sudah tahu apa itu merdeka, jadi merdeka itu berarti bebas, bebas dari perhambaan, bebas dari penjajahan, dan lain sebagainya. Setiap Negara memiliki persamaan hak untuk memperoleh kemerdekaan, sudah tujuh puluh tahun Indonesia merdeka, dari sejak pembacaan proklamasi pada tahun 1945 sampai saat ini. Walaupun Indonesia sudah lama merdeka, apa yang kita lihat saat ini ? apa yang dapat kita rasakan saat ini ?

Mungkin Indonesia hanya merdeka dari kerasnya perlakuan bangsa-bangsa lain yang dulu memperlukukan rakyat Indonesia seperti budak yang selalu bekerja dua puluh empat  jam tanpa upah dan waktu istirahat atau disebut juga sebagai sistem kerja rodi, namun dari segi lain apakah Indonesia sudah merdeka ? menurut saya belum bisa dikatakan merdeka, karena fakta menunjukkan di bidang sains dan ilmu pengetahuan, Indonesia masih kalah dibanding negara lain, Meski usia negera ini sudah tujuh puluh tahun.

Jadi, pada kenyataannya Indonesia masih saja terjajah dari bagsa lain namun, terjajah secara halus. Bukan lagi menggunkana kekerasan, melainkan Seperti dijajah melalui kemajuan teknologi yang memperbodoh kita secara perlahan. Indonesia juga banyak terpengaruh budaya asing dari luar, sehingga budaya Negara Indonesia sendiri telah terlupakan. Namun dengan berdikari dalam hati kita sendiri, kita dapat di ingatkan bahwa, orang-orang terdahulu telah memperjuangkan Negara ini untuk generasi saat ini, dan bukan untuk disia-siakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berdikari berarti berdiri diatas kaki sendiri atau bisa juga diartikan, tidak bergantung pada orang lain, lebih singkatnya lagi adalah mandiri. Apa yang dimaksud dengan Mandiri ? mandiri itu bukan berarti dapat mandi sendiri, makan sendiri, dan melakukan segalanya hanya sendiri. Menurut saya, sifat mandiri adalah sifat yang dapat mengelola pikiran untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan untuk bertindak, dan tentunya harus bertanggung jawab. Jadi, apabila ada seorang lelaki, dia memiliki nafsu yang bisa dibilang di atas rata-rata (seperti saya), misalnya dia melampiaskannya dengan berhubungan intim dengan seekor sapi, kemudian sapi itu mengandung, dan lelaki itu pergi meninggalkannya, maka lelaki itu belum bisa dikatakan mandiri, karena dia kabur dari kenyataan, tidak mau bertanggung jawab. Jika para pahlawan sudah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia yang dulu dijajah habis-habisan oleh bangsa asing, lalu bagaimana cara kita untuk mengembangkan kemerdekaan yang telah Indonesia raih ?

Menghafal Pancasila
Pancasial itu kan dasar Negara kita, jika dasar Negara kita sendiri saja tidak tahu, berarti kita sendiri tidak cinta terhadap Indonesia. Lagi pula pancasila itu kan mudah untuk di ingat, berikut akan saya tuliskan teks pancasila, yang sudah saya ingat sejak saya berumur empat tahun.
Pancasila…
Ketuhanan Yang Maha Esa
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Cukup mudah kan kawan, untuk mengingat dasar Negara kita ?

Taat Mengikuti Upacara Bendera
Upacara adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain. Sebagai remaja yang bijaksana, saya selalu mengikuti upacara, tidak pernah berkeluh kesah, panas lah, pegel lah, saya selalu kuat menahan terik panasnya matahari dan mendengarkan ocehan-ocehan dari nenek moyang kita.

Rajin Ibadah
Orang-orang terdahulu yang telah berjuang memerdekakan Indonesia seperti, Soekarno, Moh. Hatta, bonjol, patimura, dan lain sebagainya, mereka itu sangat rajin shalat 5 waktu, itu yang membuat mereka selalu diberkati. Oleh sebab itu kita haru mencontohnya, untuk yang beragama yahudi, seringlah pergi ke gereja, untuk yang muslim, shalatlah 5 waktu sehari.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com
Diberdayakan oleh Blogger.