Halo sahabat-sahabat saya, yang saya cintai. Rupanya guru kita ini masih ingin berjuang untuk kita, saya pikir dia sudah selesai waktunya di MIMI, ternyata kita masih di persulit dengan penulisan blog-blog yang susah, rumit, ribet. Waktu terasa berjalan begitu cepat dulu saya selalu menulis blog dengan pembukaan seperti itu tetapi kini ketika dia benar - benar menyatakan keluar dari MIMI sungguh berat rasanya untuk melepaskan nya untuk meninggalkan MIMI .
Walau
baru mengajar beberapa bulan saja saya merasa berat untuk melepaskanya untuk
meninggalkan MIMI jujur saya tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya , saya
tidak pernah merasa bersedih ketika ada seorang guru yang ingin meninggalkan
MIMI , tetapi mengapa ketika guru saya yang satu ini ingin meninggalkan MIMI
saya merasa begitu bersedih padahal dia baru mengajar saya beberapa bulan saja
, mungkin itu karena dia sudah berhasil memberikan perubahan yang sungguh
dahsyat bagi hidup saya.
Tema
blog minggu ini adalah “Pesan Yang Tertinggal” tetapi saya tidak akan membahas
hal itu karena ini mungkin adalah blog terakhir yang akan saya buat . kali ini
saya akan bercerita tentang seorang guru yang awal nya tidak saya sukai untuk
mengajar saya tetapi ketika dia pergi saya merasa berat untuk melepaskanya.
Pertama
kali dia masuk kelas dan mengajar saya , saya merasa sangat tidak senang dengan
dia malah saya sempat mempunyai pikiran kalau guru yang dulu jauh lebih enak
dari pada Pak Allan , pikiran itu terasa semakin mantap ketika dia memberikan
tugas mingguan yaitu kita diharuskan untuk menulis blog tiap minggunya.
Pada
awal nya itu semua terasa sangat berat untuk saya jalani tetapi lama kelamaan
saya mulai terbiasa untuk mengerjakan tugas blog mingguan , saya mulai terbiasa
untuk menulis blog yang mempunyai minimal penulisan dengan 700 kata .Selain itu
Pak Allan juga mengajarkan saya untuk belajar menjadi disiplin hal itu juga
terasa berat pada awalnya sebagai contoh saja ketika kita tidak mengumpulkan
tugas blog mingguan dengan tepat waktu kita akan menerima hukuman dari dia.
Selain
kedua hal tadi dia juga mengajarkan saya untuk berpakaian rapi , ini adalah hal
yang akan paling saya ingat karena dia tidak menyuruh saya untuk memasukan baju
dengan cara berbicara tetapi dia melakukan itu dengan cara memandangi saya
dengan tatapan penuh amarah hingga saya tersadar untuk merapikan baju saya.
Dengan
adanya Pak Allan saya menjadi sadar bahwa semua perubahan pasti terasa berat
kita jalani pada awalnya tetapi akan terasa indah pada akhirnya, kini saya tahu
mengapa Pak Allan melakukan hal – hal yang menurut saya membuat hidup saya
terasa sangat berat untuk saya jalani , itu semua Pak Allan lakukan agar saya menjadi
anak yang berhasil , menjadi anak yang disiplin , menjadi anak yang berpakaian
rapi dan tentunya Pak Allan ingin melihat saya menjadi seorang anak
yang sukses di masa mendatang.
Kini
Pak Allan akan pergi meninggalkan MIMI untuk waktu yang lama atau mungkin
selamanya , hari ini Jumat 29 April 2016 Pak Allan berpamitan kepada semua
murid yang ada di MIMI ternyata tidak hanya saya yang berasa berat hati untuk
melepaskan Pak Allan untuk meninggalkan MIMI tetapi semua murid yang berada di
MIMI merasa berat hati untuk melepaskan Pak Allan untuk meninggalkan MIMI.
Hal
itu bisa saya lihat ketika Pak Allan berpamitan banyak siswa – siswi yang
meneteskan air mata. kadang saya merasa hidup ini tidak adil karena setiap saya
sudah menemukan orang yang benar – benar baik dan orang yang sudah benar –
benar bisa saya jadikan untuk menjadi seorang panutan bagi diri saya selalu
pergi meninggalkan saya.
Mungkin
pada semua penulisan blog saya , saya berkata bahwa kapan Pak Allan akan pergi
meninggalkan MIMI tetapi itu bukanlah sebuah kata – kata yang saya tulis dari
dalam hati saya, waktu terasa berjalan begitu cepat kini Pak Allan harus pergi
untuk meninggalkan MIMI jujur saya akan merasa rindu dengan semua tingkah laku
yang ia perbuat ketika mengajar, saya akan rindu melihat tatapan mata penuh
amarah kepada saya ketika baju saya tidak rapi, saya akan rindu cara bagaimana
dia menjelaskan materi kepada saya, saya akan rindu dengan raut muka nya ketika
ia marah, saya akan rindu bagaimana cara dia ketika menjaga ujian, saya akan
rindu bagaimana cara dia menegur saya ketika saya bebicara dengan teman saya
ketika ujian ,jika saya ungkapkan semua hal yang akan membuat saya merasa rindu
kepada Pak Allan mungkin akan terlalu banyak untuk saya tulis.
Saya
akan berusaha untuk selalu mengingat Pak Allan se umur hidup saya , saya
menyesal karena saya belum pernah membuat Pak Allan merasa bangga memiliki
murid seperti saya tapi saya akan berusaha agar kelak dimasa depan ketika Pak
Allan melihat saya dia akan merasa bangga karena mempunyai murid seperti saya,
banyak kesalahan yang saya lakukan kepada Pak Allan dan saya tidak tahu apakah
dia benar – benar sudah memaafkan saya atau belum , jika mungkin ada perilaku
saya yang pernah menyakiti perasaan Pak Allan baik yang saya sengaja maupun tidak
sengaja saya meminta maaf dengan sepenuh hati.
Pak
Allan tidak perlu meminta maaf kepada saya karena telah memberikan tugas yang
membuat hidup saya terasa berat , saya tahu Pak Allan mempunyai maksud yang
baik dan tidak berniat untuk membuat hidup saya terasa berat. Saya tidak tahu
bagaimana caranya untuk membalas semua jasa – jasa yang pernah Pak Allan
ajarkan kepada saya , kini Pak Allan akan meninggalkan saya tetapi saya tidak
akan pernah melupakan Pak Allan karena Pak Allan adalah guru yang sangat
berpengaruh bagi hidup saya meski jarak kita berjauhan saya tidak akan pernah
lupa dengan semua jasa yang pernah Pak Allan berikan buat saya.
Selamat tinggal Pak Allan semoga
Pak Allan diberi kelancaran dalam menjalani kuliah S2 dan lulus dengan hasil
yang memuaskan dan juga semoga Pak Allan menjadi orang yang sukses di masa yang
akan datang agar bisa membahagiakan kedua orang tua nya dan semonga juga kalau
Pak Allan sudah menjadi orang sukses Pak Allan tidak lupa sama
mantan murid – muridnya Amin.
Terimakasih Pak Allan








