Halo
sahabat-sahabat saya, yang saya cintai. Rupanya guru kita ini masih ingin
berjuang untuk kita, saya pikir dia sudah selesai waktunya di MIMI, ternyata
kita masih di persulit dengan penulisan blog-blog yang susah, rumit, ribet.
Tapi kan bagaimana pun, dia itu kan guru kita, dia berusaha memberikan yang
terbaik untuk kita, jadi kita jalani saja. Jujur saya cukup tenang karena, tema
penulisan kali ini bisa dibilang cukup mudah, malah kalau saya bilang “TIDAK
MENANTANG!” ayolah pak Allan, kita ingin yang lebih.. sedangkan tema kali ini
?? apa ini ? Cuma main-main… tema kita
kali ini adalah “Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita” kan ? pak Allan memang
terlalu.. tema yang bapak berikan itu… jujur pak… “SAYA UPILI” tahu upil ? upil
adalah kotoran yang tertahan akibat adanya bulu hidung… jadi jika tema yang
bapak Allan berikan, saya upili, maksudnya tingkat kemudahan tema kali ini
setara dengan membuang upil dari hidung kita.
Orang
pinggiran adalah orang-orang yang tidak memiliki penghasilan lebih, tentu
karena pekerjaannya yang sangat minim. Masih belum jelas tentang orang
pinggiran ? lihat saja, ada acara tv berjudul orang pinggiran di TRANS7,
mungkin ditayangkan setiap sore. Saya yakin jika anda mempunyai perasaan, pasti
kalian akan meneteskan air mata saat kalian menonton, tidak seperti saya, saya
malah tertawa lebar, saat saya menonton, seperti menonton stand up. Selanjutnya
saya akan bercerita mengenai orang pinggiran di sekitar saya.
Ia
tetangga saya, namanya Paijon, biasa di panggil jonet. Dia seorang kepala rumah
tangga, yang menghidupi 11 orang anaknya, saat dia berusia 44 tahun, dia di
tinggal istrinya mungkin karena wajahnya kurang tampan, tetapi bagi saya pak
Jonet lah yang tertampan. Saat ini Jonet berusia 65 tahun, rambutnya sudah
dominan berwarna putih, badannya sudah mulai bungkuk, keriput di wajah mulai
bermunculan.
Pak
jonet hanyalah seorang petani, bayangkan saja sejak di tinggal istrinya, ia
harus menghidupi sebelas anaknya. Pak Jonet sibuk bertani setiap hari, bahkan
saat matahari tepat di atas kepala, pak Jonet pun rela bekerja demi menghidupi
semua anaknya. Yang saya salut dari pak Jonet adalah, ia tidak pernah mengeluh,
ia juga rajin beribadah, ia juga ramah terhadap orang lain, itu yang
menyebabkan pak Jonet selalu di segani. Saat ini pak Jonet tinggal santai, 8
anaknya sudah sukses menjadi pengusaha elit di Jakarta. 3 orang anaknya masih
harus menyelesaikan sekolahnya dan kuliahnya masing-masing.
selanjutnya
saya akan bercerita mengenai tokoh yang saya gemari, ia adalah Bambang Mustari
Sadino, yang kerap di panggil Bob Sadino. Sayangnya Bob Sadino sudah meninggal
dunia pada 2015 lalu tepatnya bulan januari. Saat orang tuanya meninggal, saat
itu Bob masih berusia 19 tahun, Bob mewaris seluruh kekayaan keluarganya,
karena saudara-saudara Bob sudah dianggap hidup mapan. Bob menggunakan sebagian
hartanya untuk berkeliling dunia. Ia memilih menetap ke belanda dan bekerja di
Djakarta Lyold di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Tahun 1967, Bob
memilih untuk kembali ke tanah air, ia memilih untuk berkerja sendiri (apapun
itu pekerjaanya). Ia memilih menjadi sopir taxi dengan menggunakan mobil
Mercedes tuanya sendiri. Namu sayang, tidak lama kemudian ia mengalami
kecelakaan. Mobilnya rusak parah, dan ia memilih untuk menjadi buruh.
Saat
menjadi buruh, ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan dalam hidupnya.
Suatu saat, temanya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang
dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi
berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat
ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa. Sebagai
peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor.
Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan,
terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya
tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang
asing.
Tidak
jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun
mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun
terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama
kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar
swalayan) Kem Chicks. Yang saya saluti adalah, ia selalu tampil sederhana,
keman-mana selalu mengenakan kemeja putih dan jeans pendek di atas lutut.
Jadi,
jika kita sudah kaya raya, kita itu harus ingat dari mana kita berasal.
Orang-orang yang sudah kaya juga tidak boleh melupakan orang-orang pinggiran di
sekitarnya. Amal itu lebih penting dari pada segalanya, jika kita menghargai
orang-orang yang kurang mampu, maka tuhan juga akan menghargai kita. Saya
mengucapkan permohonan maaf kepada bapak Allan, karena saya terlambat
mengumpulkan blog mingguan. Sebenarnya saya sudah mengerjakan dari jauh hari,
dan rencana akan saya posting pada hari minggu 10 april 2016 pada pukul 21.00,
tetapi saya ketiduran. Semoga bapak Allan bisa pengertian.
~ Belajar akan lebih baik jika sesekali disertai candaan, rapat akan lebih baik jika sesekali disertai candaan. ~
- See more at: http://www.bijakkata.com/2014/06/Canda-bercanda-kata-Mutiara-Bijak.html#sthash.5ABkZHKx.dpuf







Kalau gini gimana saya bisa marah.
BalasHapusMemang sengaja saya berikan ini. Karena fokus kalian di pembuatan film dokumenter.
Santai saja bung, tampaknya terlalu takut jiwa saya labil akibat celotehan yang kau lontarkan melalui kepingan-kepingan kata. Bagi saya tidak masalah selama ini menunjukkan ciri khas dari kepenulisan seseorang.
Terima kasih kata-kata bijaknya saya mengerti dan saya paham akan itu dan terima kasih telah mengingatkannya
Kalau gini gimana saya bisa marah.
BalasHapusMemang sengaja saya berikan ini. Karena fokus kalian di pembuatan film dokumenter.
Santai saja bung, tampaknya terlalu takut jiwa saya labil akibat celotehan yang kau lontarkan melalui kepingan-kepingan kata. Bagi saya tidak masalah selama ini menunjukkan ciri khas dari kepenulisan seseorang.
Terima kasih kata-kata bijaknya saya mengerti dan saya paham akan itu dan terima kasih telah mengingatkannya